Selasa, 28 Mei 2019

Bikin Sendiri Rail Rack Sepeda MTB, Murah dan Mudah

Yeey..sebentar lagi liburan panjang mudik lebaran pulang ke kampung..

Bagi para pecinta sepedaan, liburan merupakan kesempatan untuk beraktivitas melakukan hobby ini, tak ketinggalan pasti sepeda pingin ikut dibawa pulang kampung, sambil membayangkan besok mau kesana..kesini ...banyak deh 😁.


Nah biasanya nih, kalo punya sepeda kesayangan selalu dibawa kemana-mana, kadang ada yang dimasukkan ke mobil atau pakai bike carrier yang bisa dipasang di mobil. Bike carrier yang dijual di pasaran sangat bervariasi jenisnya, ada yang dipasang di pintu belakang, ada yang di pasang di bumper depan, ada yang di atas mobil dan sebagainya. Untuk harga tentunya bervariasi tergantung jenisnya, saya dulu punya yang model digantung dipintu belakang, bisa muat 3 sepeda, harganya sekitar 600 ribuan di ACE Hardware, kalau tidak salah merknya Buzz Rack.


Model carrier yang digantung dipintu belakang ini sebenarnya sangat praktis sekali dalam pemakaiannya, sepeda kotor pun tidak perlu dicuci lebih dulu, tinggal digantung saja beres, tapi ...menurut pengalaman, kok agak rawan jatuh ya, pada saat berkendara pasti sering ngelirik lewat spion, memastikan apakah sepeda masih ada atau tidak ditempatnya..haha. Apalagi kalau jalanan yang kita lewati tidak mulus alias bergelombang dan jauh, waduh kita perlu sering-sering berhenti memastikan apakah tali pengikat masih kuat atau tidak.

Model ini juga mensyaratkan tidak adanya lampu spoiler atas yang ada dipintu, karena akan menggangu penempatan tali pengait ke pintu. Selain itu roda juga perlu dilepas agar panjang sepeda yang digantung tidak melebihi lebar mobil, yang mana dapat mengganggu pengendara lain, nyenggol kiri kanan misalnya...

Jadi, di sini saya mau berbagi cara bikin rack carrier sepeda yang praktis, murah dan aman, dan tidak perlu mencopot roda sepeda, tapi hanya muat untuk 1 sepeda saja ya...kalau mau bawa 4 atau 5 sebaiknya pakai pickup saja hehe...

Bahan yang dibutuhkan:
  • bekas reng baja ringan 2 batang, potong sepanjang + 170 cm, bisa beli baru kalau tidak ada bekas, harganya cuma 70 ribuan per batang
  • gerinda untuk memotong
  • bor untuk membuat lubang clamp
  • 4 buah clamp atau u bolt (bisa dibeli di toko serba ada..lagi-lagi ACE hardware ada)
  • cat, warna sesuai kesukaan




Pengerjaan:
  • Reng baja ringan dipotong sesuai kebutuhan, pilih panjangnya 170 cm, panjang ini diukur dari panjang sepeda yang mau dibawa, diukur dari ban depan sampai ban belakang
  • Buat lubang pada batang rail untuk penempatan u bolt atau clamp, sebaiknya diukur dengan meteran agar jarak antar lubang bisa presisi dengan bautnya
  • Rack yang sudah jadi bisa di pasang di rail roof mobil kita, lebih bagus jika dicat agar rapih. Jarak antara batang rail disesuaikan dengan diameter roda sepeda kita.
  • Yak sudah selesai...hehe, mudah ya, cuma butuh waktu 30 menit kok


Sebelum dipasang  rail rack 


Rail rack setelah terpasang

Penempatan sepeda nantinya rebah membujur dari depan ke belakang, jangan melebar ke samping ya .. usahakan agar setiap pinggir ban bisa tepat pada kedua batang rail yang kita buat, ikat roda dan rail dengan kabel tis yang tebal, lalu kencangkan.  


Oh ya, sebelum menempatkan sepeda di rack ini, perlu sedikit 'treatment' pada sepeda kita agar supaya bagian-bagian sepeda tidak menggesek atap mobil yaitu:
  • lepaskan salah satu pedal, boleh kiri atau kanan, jika mau direbahkan ke sebelah kanan, berarti pedal kanan yang dilepas. Jangan lupa disimpan di dalam mobil hehe..nanti malah ketinggalan pula
  • kendorkan baut stem stang sepeda lalu putar stang 90 derajat sehingga posisinya sejajar dengan rangka sepeda
  • perlu penyetelan terhadap jarak antara kedua batang rail tersebut, supaya pas dengan penempatan roda sepeda
Kira-kira bisa dibayangkan ya, nanti saya update lagi kalau sudah ada fotonya si sepeda nangkring di atas rail rack..hehe. Soalnya hari ini masih ngantor bawa mobil, malu kalau bawa-bawa sepeda, hehe Salam sepedaan ... 




Updatenya sesuai janji:









Minggu, 26 Mei 2019

Cara cuci AC sendiri ? emergency only

Beberapa hari ini, AC di kamar tidur terasa 'hangat' padahal temperatur sudah di set ke suhu yang dingin..hadeeuh, tidur jadi berasa kurang nyaman.
Sebenarnya rencana mau panggil tukang servis AC langganan di weekend ini, tapi kok masih lama ya nunggunya. Kebetulan dibulan puasa ini jam kantor berkurang, jadi bisa pulang lebih cepat, sampai rumah masih terang lah...tidak seperti biasanya di atas jam 19.00 hehe. Ya sudah, dengan berbekal pengetahuan dan seringnya memperhatikan tukang servis AC maka malam itu juga saya coba bersihin AC sendiri, nah ini saya bagikan pengalaman bersihin AC ya...

AC ini termasuk yang model lama, LG inverter 9000 btu (setara 1 pk) tahun 2012, sejauh ini masih berfungsi dengan baik. Jadi sebelum mulai membersihkan AC, baca dulu sekilas mengenai bagian-bagian AC dan amati dengan seksama cara bongkar panel dan covernya.


Cara membuka cover AC berbeda-beda sesuai jenis/ merknya, tapi secara umum pasti sama yaitu dengan cara membuka terlebih dahulu cover bagian atas (seperti membuka kap mobil) baru kemudian akan terlihat baut-baut menyatukan antara cover dengan body AC tersebut. Jangan lupa pada saat membuka cover, pastikan melepas kabel power,  lalu cabut socket yang menghubungkan antara panel indikator (yang menempel pada cover AC) dan body AC, sebaiknya hati-hati karena ukuran socketnya cukup tipis, supaya tidak rusak. 


  
Setelah socket terlepas, maka cover bisa dilepaskan semuanya, sehingga tinggal unit bodynya saja yang tertinggal menempel di dinding seperti gambar di bawah. Bagian yang berwarna hitam itu namanya evaporator, nah evaporator inilah yang akan kita bersihkan dengan cara disemprot dengan air. Dalam hal ini karena gak punya spray jet seperti yang biasa dipakai oleh tungan service AC maka cukup pakai hand spray saja bekas cairan pembersih kaca.

Semprotlah semua permukaan evaporator dengan hati-hati sampai bersih, biasanya debu-debu menempel disini. Semprot  dan bersihkan juga filter yang melindungi evaporator ini dengan cara menyemprot dengan air dan sabun jika diperlukan, tapi hati-hati jangan sampai kena panel indikator dan sensor yang menempel pada cover AC. 



Setelah semuanya dibersihkan, pasang kembali seperti sediakala, mulai dari:
- pasang filter pada tempatnya di cover ac
- pasang kembali socket , dan
- pasang cover ke unit AC
Sebenarnya ada 1 bagian lagi yang dilakukan tukang ac ketika menservice AC, yaitu membersihkan unit outdoor yang berupa kipas dan kompresor, tapi untuk kali ini - karena faktor darurat saja - maka hanya membersihkan bagian indornya saja.

Hasilnya gimana setelah dibersihkan?
Yak, menurut saya sih masih jauh dari sempurna ha ha...tapi lumayan lah, beda 1 derajat lebih dingin dari yang sebelum dicuci  hehe...Salam Sabtu Minggu

   

Selasa, 21 Mei 2019

Rekoleksi di Wisma Shalom, Bandung, Mei 2019

Hai hai hai, kali ini aku mau berbagi pengalaman tentang kegiatan rekoleksi lingkungan dimana aku tinggal yaitu lingkungan YP2 Cikarang.

Sabtu-Minggu tanggal 11-12 Mei 2019 yang lalu, lingkunganku mengadakan Rekoleksi Keluarga ke Bandung dengan lokasi di Wisma Shalom. Persiapan yang dilakukan oleh panitia kuran lebih mulai dari bulan Februari. Dimulai dari pemilihan tema, pencarian lokasi, pencarian dana dan tentu saja survey lokasi.


Setelah melihat beberapa kandidat lokasi, akhirnya panitia memutuskan memilih Wisma Shalom di Bandung sebagai lokasi pilihan, disini aku tidak akan membanding-bandingkan dengan lokasi lain yang telah kami survey ya..aku tulis aja kenapa akhirnya kami memilih Wisma Shalom.

Kesampaian Lokasi:

Wisma Shalom sangat mudah dijangkau (apalagi dengan Google Maps hehe..), ya , Wisma ini hanya berjarak 2 jam perjalanan dari Cikarang, kurang lebih 110 Km dari Cikarang. Rute yang ditempuh adalah Tol Cikampek- Purbalenyi- keluar Tol Padalarang Timur - lanjut ke Jl Ciloa melewati Kantor Kabupaten Bandung Selatan dan Jl Cimenteng. Sejak dari keluar Tol Padalarang, jalan yang dilalui kondisinya menanjak terus, view dan jalan bagus serta tidak terlalu ramai.  

Fasilitas Akomodasi
Wisma Shalom menyediakan beberapa pilihan pondok yang dapat digunakan. Saat itu kami memilih menggunakan 2 pondok, yaitu pondok Damai dan pondok Sukacita sesuai jumlah peserta. Masing masing pondok memiliki 12 kamar yang berisi 4 bed dan masih bisa ditambah 1 extra bed lagi jika dibutuhkan. Bentuk pondoknya ini mengingatkanku seperti Pizza yang pinggirannya Chessy Bites haha...jadi yang ditengah itu sebagai aula berkumpul yang bisa muat sampai 120 orang, sementara pinggirannya adalah kamar-kamar. 


Kamarnya cukup nyaman meskipun tanpa AC hehe, sudah cukup segar udaranya. Di dalam kamar sudah tersedia kamar mandi dalam + air panas, colokan listrik, lemari baju + hanger, sabun kecil-kecil standar di hotel, gelas dan handuk. Jadi jangan khawatir, jika kalian kesana tidak perlu bawa handuk dan sabun lagi dari rumah. Eits, di aula juga sudah tersedia dispenser dan air minumnya juga lho..bisa panas juga kok, pas untuk nyeduh minuman jahe..hmmmm.



Lokasi parkiran juga sangat luas, bisa menampung puluhan mobil ataupun bus. Secara umum, areal Wisma Shalom ini sangat nyaman untuk aktifitas di luar ruangan, misalnya mau senam, jogging, main bola ataupun api unggun, semua bisa dilakukan. Bahkan pihak pengelola menyediakan paket Api Unggun (biaya sudah termasuk kayu dsb). Untuk acara kami kemarin, kami membawa kompor gas kecil- kecil untuk membuat BBQ sendiri hehe..biar irit, karena bahan dan perlengkapan di bawa sendiri. 

ibu-ibu BBQ-an

bapak-bapak bersantai 

anak-anak pun senang bermain


jogging track


Fasilitas lain:
Untuk acara utama, bisa menggunakan aula yang disediakan. Kita bisa memilih menggunakan karpet untuk lesehan maupun kursi, nanti pengelola yang akan membantu menyiapkannya. Di aula juga sudah disediakan sound system yang bagus, jadi jangan khawatir dan gak perlu bawa-bawa perlengkapan sendiri, kecuali peralatan musik seperti keyboard. Layar infokus dan kabel VGA maupuan HDMI juga sudah ada, nah kalau proyektor harus bawa sendiri  ya....

Pengelola
Pengelolanya sangat ramah sekali dan komunikatif, aku sendiri dalam persiapan acara cukup komunikasi via whatsapp saja, baik mulai dari pemesanan akomodasi, konsumsi serta penjelasan detil mengenai pembayaran dan tata tertib acara di Wisma Shalom ini. OB nya juga sangat sigap dalam membantu persiapan dan kebersihan...mantab lah servicenya




Kalau mau berkunjung kesana, bisa kontak di blog Wisma Shalom
Jadi, kesimpulannya...tempatnya sangat oke sekali deh, semua peserta happy, tuh lihat aja di atas hehe...Salam.



Minggu, 19 Mei 2019

Mengganti lampu spidometer Tiger 2000

Sabtu Minggu ini diisi dengan merawat si Macan, Honda Tiger keluaran tahun 2005, plat AD. Si macan ini sudah menemani berpetualang kemana mana, lebaran tahun 2006 berhasil menjelajah rute Jakarta - Klaten via jalur selatan, berangkat jam 3 pagi sampai di rumah jam 8 malam. Sudah bermacam-macam modifikasi asesoris yang diaplikasikan untuk macan ini, mulai dari stiker, rear shock, stang trail, dan roda ring 17. Sebenarnya motor ini jarang dipakai, diusianya yang ke 14 tahun di 2019 ini, odometer masih di angka 41 an ribu km..asli lho. Kenapa bisa begitu, ya karena motor ini dulu keluarnya cuma hari Sabtu Minggu saja dan rute pendek dari kosan ke kantor pp yang hanya 2 km.

Tahun 2012 - 2015, si macan sempat pulang kampung, saat itu dipinjam kakak yang domisili di Delanggu. Tahun 2016, macan kembali lagi ke Cikarang naik Rosalia Indah (dikirim pakai ekspedisi), nah..rupanya kondisi macan yang saat itu masih kinclong sewaktu pulang kampung, menjadi  agak kusam, hik,,, lampu speedometer mati, chrom lampu kusam, tangki bensin bocor, gigi gir depan aus, body pecah2 dll..pokoknya ngenes deh..

Akhirnya dengan daya upaya, satu persatu masalah dibereskan dengan aliran orisinil...salah satunya adalah menghidupkan kembali lampu spidometer yang mati, gimana caranya? gampang kok, sudah banyak yang menuliskan di artikel-artikel di internet, tapi boleh lah saya tulis juga disini..     

Pertama siapkan peralatan yang diperlukan : 
  1. kunci Y (ini kunci yg praktis, allround)
  2. kunci bintang T60
  3. bohlam tusuk T10 3 biji 12 V/ 3W,
  4. obeng dan tang, tambahan gunting, selotip hitam dan voltmeter.  

Kedua
  • Untuk memudahkan mengambil spidometer, buka dulu lampu utama dg kunci Y lalu turunkan
  • Buka kabel spidometer dengan tangan atau tang.
  • Lepaskan spidometer dari braket dengan cara membuka 2 buah baut bintang dengan kunci ukuran T60, dalam pekerjaan ini, saya cabut soket utama rangkaian kabel spidometer dari kabel body, supaya mempermudah pekerjaan nantinya.
  • Setelah spidometer turun, buka mangkuknya (yg berwarna chrom)  dengan cara membalik spidometer dan lepaskan 3 baut (+) dengan obeng, dan taraa..terlihatlah spidometer telanjang hehe.
  • Masih dalam keadaan terbalik, silakan diperiksa 3 bohlam yang ditandai dengan kabel warna hijau dan coklat. Untuk case ini, rupanya selain bohlam yang mati, ada pula kabel warna coklat yang putus sehingga harus disambung (nah kalo ini perlu voltmeter untuk cek urutan kabel).
  • Mumpung sekalian dalam keadaan terbuka, bisa sekalian debu-debu halus dibersihkan dengan kuas.


Ketiga
  • Setelah bohlam baru dipasang, cek dulu dengan cara menyambung kembali ke soket kabel body, jika sudah menyala berarti sudah beres, tinggal dipasang kembali satu persatu sesuai kebalikan urutan tadi: pasang mangkuk spidometer, pasang ke braketnya, pasang kabel spidometer dan terakhir pasang kembali lampu utama.
  • Eits...sebelum terpasang semua, kali ini mumpung sekalian ada waktu luang, saya bersihkan chrom spidometer dan headlamp dari karat dan bintik2 sampai kinclong (pakai air panas plus sabun sunlite dan busa pencuci piring (yg kasar))..tuh sampai2 celana pendek saya aja keliatan di headlamp saking kinclongnya ha ha ha.

 Keempat
  • Cek fungsi lampu-lampu, sein, klakson dll apakah sudah normal, karena tadi kita kan otak-atik perkabelan, siapa tahu ada yang kelupaan dicolok kembali hehe
  • Lihat hasilnya...dengan mengganti bohlam yang berwarna merah (bawaan aslinya bening)...keren yak hehe


Baiklah, itu saja tentang menghidupkan kembali speedometer yang mati, karena fungsi indikator ini penting lho, jangan sampai kehabisan bensin di malam hari karena gak ngeh kalo bensin habis, dan tentunya riding malam hari menjadi lebih menyenangkan ... salam Setu Minggu.